Konsumsi Air dengan pH Tinggi Bisa Merusak Struktur Lambung

Di copas dari beritasatu.com Minggu, 11 Januari 2015 | 16:58

Konsumsi Air dengan pH Tinggi Bisa Merusak Struktur Lambung

Air minum dalam kemasan.

Air minum dalam kemasan.

Jakarta – Belakangan ini banyak dijual di masyarakat air alkali dengan kandungan pH yang tinggi > 9 dalam berbagai merek.

Bila dikonsumsi secara teratur, air tersebut diklaim dapat menyeimbangkan kelebihan asam pada tubuh dan menyembuhkan berbagai macam penyakit, seperti stroke, asam urat, ginjal, liver, darah tinggi, kolesterol, diabetes, masalah asam lambung, kanker, tumor, menyehatkan kulit, dan lain-lain.

Menurut dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Ari Fahrial Syam, manfaat air alkali yang dibuat dengan pH basa ini sebetulnya belum evidence based atau belum teruji secara ilmiah. Jadi saran dia, sebaiknya kita tidak langsung percaya dengan berbagai macam klaim yang dijanjikan.

“Saya meragukan khasiatnya (air alkali) karena memang belum teruji secara ilmiah, apapun itu mereknya. Justru sebenarnya kita harus berhati-hati dengan zat yang ditambahkan untuk meningkatkan pH air tersebut. Kalau komponennya itu berbahaya, yang terjadi malah bisa memberikan efek samping dan membahayakan kesehatan,” kata Ari Fahrial Syam kepadaBeritasatu.com di Jakarta, Minggu (11/1).

Konsultan penyakit lambung dan pencernaan ini menegaskan, air yang terbaik tetaplah air murni yang tidak ditambahkan dengan senyawa tertentu untuk meningkatkan pH.

“pH yang tinggi tidak dapat diklaim akan memberikan khasiat tertentu. pH air murni itu sekitar 7, itu yang baik. Kalau sudah di atas 9, itu kan basa sekali dan justru bisa merusak struktur lambung. Tubuh itu kan sudah punya keseimbangan semua. Kalau kita mengubahnya, pasti akan terjadi sesuatu yang buruk. Jadi baiknya yang wajar saja lah,” kata dia.

Klaim air alkali dapat menetralkan asam lambung juga dipertanyakan Ari Fahrial. Karena sesungguhnya asal lambung itu sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk membunuh kuman dan membantu proses pencernaan.

“Air dengan pH yang baik adalah yang tidak mengubah komposisi pH asam lambung yang berkisar antara 1-2. Itu memang kita butuhkan untuk membunuh kuman dan mencerna makanan. Kalau memang sakit karena asam lambungnya berlebihan, sebaiknya ya ke dokter supaya diberi obat menetralkan asam lambung. Itu pun tidak boleh digunakan dalam jangka panjang karena bisa membahayakan fungsi lambung. Kalau sudah mencapai target ya harus diberhentikan,” jelasnya lagi.

Hal senada juga disampaikan dokter spesialis gizi klinik dari Rumah Sakit Pusat Pertamina, Titi Sekarindah. Menurutnya supaya hidup sehat, apa yang kita konsumsi harus mengikuti prinsip gizi seimbang.

“Tidak usah yang macam-macam. Untuk hidup sehat itu kita hanya perlu istirahat yang cukup, olahraga teratur, mengurangi konsumsi makanan tinggi lemak, banyak mengonsumsi ikan, buah dan sayur, serta jauhi stress. Tidak perlu minum air yang pH-nya tinggi, yang normal-normal saja. Yang penting cukup minum sekitar delapan gelas per hari,” tambah Titi.

Herman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *